Sabtu, 26 Januari 2013

Don't Wanna Lie - B'z Lyrics

Helo-helo~ #AuthorCliffHanger balik lagi kesini~
Kali ini gue mau ngepost lyrics lagu, tapi jangan marah ya soalnya ini lagu Jepang~ XD #plak
Oke-oke, cukup basa basinya, cekidot yakk~

Don't Wanna Lie - B'z

Hito ni wa sorezore samazama yuzurenu mono ga ari
Sore wo mamorinuku tame nara tatakau no ga honnou

Boku to kitara gomakashi tsuzuke mou nan nen tatsu darou

Don't wanna lie Don't wanna lie ikiteru to kanjiteitai
I wanna try I wanna try kono kokoro ni muchi uttemiyou
Asu wo kaeru moment sore ga ima kamo ne

Nani wo gisei ni dekiru no ka kimerare mo sezu ni
Dore hodo no chie to yuuki ga boku ni wa aru no ka

Tsutaenakute wa ikenai koto wo wasurete wa inai yo

Don't wanna die Don't wanna die mucha na koto suru wake ja nai
I wanna try I wanna try YES to sakebu tatoeba sonna koto
Tobira wo hiraku moment sore ga ima kamo ne

Yayakoshii no wa yo no naka janakute kono atamannaka

Ushinau made kizukanai sore koso ga egatai mono
Nagareyuku chinmoku no toki dare mo oshietekurenai timing

Don't wanna lie Don't wanna lie ikiteru to kanjiteitai
I wanna try I wanna try kimi to tomo ni aruite yukitai
Jinsei wo kimeru moment sore ga ima kamo ne


Yo, yang mau download lagu ini.. Klik kesini eapsss --> http://www.j-mp3.info/2011/05/bz-dont-wanna-lie.html

Oke, pesan terakhir(?) dalam pos ini...
Jangan lupa ngepost comment dan kalau ada sesuatu yang pengen aja atau pengen banget *alaynya kumat* tau.. Feel free to ask!
Thanks!

Salam cerpen,
#AuthorCliffHanger '-')/

Minggu, 23 Desember 2012

My Unrequited Love (Part 8) End Is Here!

"Aku meminjam Mei sebentar ya." ujar Ivan. "Bo-boleh." jawab Jean. Ivan pun membawa Mei, ke taman belakang sekolah. "Ivan? Ada apa?" tanya Mei tanpa curiga. "Mei.. Sebenarnya, aku... menyukaimu. Tapi karena kau menyukai Daffa, aku terus memendam perasaan ini. Maafkan aku yang egois ini... Sebelum Ivan sempat menyelesaikan perkataannya, Mei memeluknya. "Bolehkah aku menjawabmu besok? Sepertinya aku butuh waktu untuk berpikir." tanya Mei. "Um.. Boleh.." jawab Ivan.

My Unrequited Love (Part 7)

Sabrina pun menceritakan masalahnya panjang lebar kepada sang dokter. "Hm.. Kalau begitu, biasanya.. Ada orang lain yang menyukai kakakmu." jawab Fani. "Eh? Apakah benar?" tanya Sabrina. "Iya. Cepatlah, beritahukan kakakmu tentang hal ini!" perintah Fani. "Veren! Ayo!" teriak Sabrina. Veren & Sabrina pun berlari ke kelas 10B. "Kak Mei!" teriak Sabrina. "Ah,dik. Ada apa? Kenapa terburu-buru begitu?" tanya Mei sambil menyeka air matanya. "Ka-kakak... Ada apa? Kenapa kakak menangis?" tanya Sabrina. "Nanti sepulang sekolah kakak ceritakan. Ahya, apa tujuanmu kesini?" tanya Mei dengan lembut.

My Unrequited Love (Part 6)

Ivan yang mengikuti Mei, terkejut dengan kehadiran pria misterius tersebut. "Dia, kan, kalau tidak salah..." gumam Ivan dalam hati. "A-Aldy, sedang apa kau disini?!" tanya Mei penuh emosi. "Hm? Emang kenapa? Apa salahnya dengan aku disini?" balas Aldy acuh tak acuh. "Kamu kan berasal dari sekolah lain! Jangan seenaknya masuk ke sekolah orang!" jawab Mei. Ivan pun berjalan menjauh, dia tak ingin mendengarkan percakapan mereka. Sepertinya, Ivan tau bahwa Aldy adalah.... mantan Mei.

Hati Ivan tertusuk-tusuk. Dia sudah menyukai Mei sejak kelas 9. Dia tau bahwa Mei menyukai Daffa, tapi dia tetap memendam perasaannya. Sekarang, perasaan Ivan tak tertahan lagi. Sepertinya dia akan memberitahukan Mei, sepulang sekolah nanti. Ivan pun berpikir keras. Tapi, yang terbayang di benaknya adalah bayangan wajah Mei yang menangis. Emosinya bercampur. Dia segera berbalik ke arah taman belakang sekolah.

Di situ, Mei terjatuh berlutut. Mukanya ditutupi tangannya. Ivan pun mendekatinya. "Mei? Ada apa" tanya Ivan. Mei pun memeluk Ivan sambil menangis. "*sniff* A-Aldy.. Dia.." ujar Mei terbata-bata. "Ayo, kita kembali ke kelas. Kamu pasti capek." jawab Ivan. Natasha,Jean,Nanda,Adis & Fitri yang menunggu kedatangan Ivan & Mei, terkejut melihat Ivan memapah Mei. "He-hei! Ada apa? Apa yang terjadi pada Mei?" tanya Adis. Ivan pun mendudukkan Mei di kursi. "Mei. Katakan. Dimana dia?" tanya Ivan dengan tegas. "Se-sepertinya dia masih ditaman belakang." jawab Mei. "Kalian, jaga Mei sebentar disini, ya. Aku akan kembali setelah menyelesaikan sesuatu." teriak Ivan. "Urusan?" gumam Natasha dalam hati.

TO BE CONTINUED.

My Unrequited Love (Part 5)

Sabrina & Veren dengan serempak memasuki kelas 10C tanpa rasa takut sedikit pun. "Ternyata, kak Fani adalah orang yang cantik, tak salah dia disebut dokter cinta." gumam Sabrina dalam hati. Veren mendekati Fani dengan perlahan lalu bertanya, "Apakah kamu kak Fani?". Iya, ada apa mencariku?" balas Fani dengan lembut. "Erm, kami mau berkonsultasi..." Sabrina memotong. "Wah.. Kalian mempunyai seseorang yang kalian sukai, eh?" jawab Fani dengan tawa yang lembut. "Tidak, ini masalah kakaknya Sabrina." jawab Veren serius. Fani tertegun. "Baik. Ceritakan masalah kalian." Fani menjawab. Mukanya tak kalah serius dengan Veren.

Rania duduk termangu di kelasnya. Saat istirahat pertama ini, dia dan Rana tak bisa berbicara satu sama lain. Dia pun sendiri. Tiba-tiba... "Hei! Jangan bengong gitu dong!" teriak Hani disampingnya. "Ha-Hani.. Ada apa kamu kesini?" tanya Rania dengan pelan. "Hari ini, aku ingin mengajakmu pergi... Mau ikut?" tanya Hani dengan ceria. "Hm? Kemana?" tanya Rania dengan lembut. "Kemana saja yang kamu mau!" tangkas Hani cepat. "Baiklah, aku ikut. Ingat untuk menjemputku disini ya!" teriak Rania. "Tentu!" jawab Hani sambil meninggalkan Rania.

Mei berjalan dengan lesu di koridor. Dia berjalan ke arah taman belakang sekolah. Taman belakang SMAnya tersebut memang sejuk. Mei duduk dengan lesu, sambil menatap langit. Tiba-tiba, dia menyadari bahwa seseorang datang menghampirinya.. dari belakang. "Ka-kau! Sedang apa kau disini?!" teriak Mei terkejut. "Hai, Mei, lama tak berjumpa. Tak lupa dengan aku, kan?" jawab pria misterius itu.

TO BE CONTINUED.